Mengenai Saya
- Gustha
- Saya seorang yg ingin belajar terus menerus..karena dulu ayah saya bilang tuntutlah ilmu setinggi langit..(weks gak nyambung..),Suka dengan Hal2 yg baru, Otomotif, Komputer&internet.
Jumat, 19 September 2008
Hal - Hal Yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat mudik
beberapa Hal yang harus diperhatikan :::
1. Lakukan Pengecekan & Service ke bengkel sebelum tancap Gas ke Kampung Tujuan
2. Periksa dan Ganti Oli
3. Periksa Bagian kelistrikan seperti Aki dan CDI yang merupakan salah satu komponen penting matic
4. Check Busi, kalau bisa siapkan busi cadangan.
5. Check Pengeremannya, apakah kanvas rem dan disk masih bagus atau tidak serta minyak rem nya jangan dilupakan. kalo kanvasnya sudah tipis, segeralah diganti.
6. periksa kaki kaki, seperti shock breaker apakah masih meredam dengan baik atau tidak atau velg masih layak dan tidak oleng atau tidak.
7. dan yang terakhir, persiapkan surat-surat kendaraan seperti STNK dan SIM demi keamanan bro sendiri kalo ada razia
Selamat Bermudik!! hati2 dijalan semoga selamat sampai ke tujuan.
Rabu, 18 Juni 2008
Motor CVT Butuh perlakuan lembut
Motor CVT atau matik sangan gampang dikendari. Tak perlu perseneling dan kopling, hanya gas dan rem, motor pun langsung meluncur. Tetapi yang gampang ini ternyata tak selalu aman atau nyaman. Kemudahan bisa jadi bahaya kalau tak biasa atau tak tahu cara mengendalikan dengan benar.
GAS
Problem biasanya dialami orang-orang yang biasa memakai motor manual, lalu beralih ke matik. Anatomi dan performa motor berbeda, tapi cara memperlakukan si motor engak berubah. Tak ada lagi rem belakang atau perseneling di kaki, semua kontrol ada di tangan. “Orang yang biasa bawa motor manual perlu menyesuaikan diri. Ada kendala, kontrol yang biasanya di kaki sekarang semua ada di tangan,” kata Chris Djuli.
Lho, bukannya naik motor matik itu gampang? Betul sekali, tetapi tanpa kontrol, semua kemudahan ini bisa jadi senjata makan tuan. “Skutik memang gampang sekali, tinggal gas dan rem saja. Tapi karena itu banyak orang jadi lepas kontrol, tahu-tahu sudah lari sangat kencang, tambahnya. Karena itu, menggeber gas dan pengereman motor matik perlu dilakukan dengan sentuhan yang berbeda. Pada motor matik yang bekerja dengan putaran, tidak akan dihasilkan tenaga seresponsif motor manual. Performa yang cenderung lambat ini, ternyata memang disengaja untuk safety.
Skutik bisa langsung meluncur begitu mesin dihidupkan, ini berbahaya buat pengendara baru karena motor bisa meloncat liar. Karena itu skutik dilengkapi pengaman, seperti pada Honda Vario ada kunci pengaman rem belakang. Pada rpm tertentu baru bisa bergerak., sehingga untuk pemula bisa start pelan-pelan. Biasanya mulai sekitar 1.500 rpm baru jalan. Jadi bukan karena skutik lemot tapi memang disengaja untuk safety.
Karakter ini biasanya tidak memuaskan biker yang sebelumnya pemakai motor manual. Akibatnya mereka sering geber gas habis-habisan karena mengharap performa yang lebih galak. Padahal, motor matik mestinya diperlakukan dengan lembut. Motor matik tarikannya lebih halus. Meskipun gas ditarik keras, tetap perlu waktu yang lebih lama untuk merespon. Roller CVT-nya enggak bisa langsung membuka dengan cepat untuk menghasilkan lompatan tenaga yang besar” papar Riswandi, dari PT YMKI.
Kalau sering dipaksa narik terlalu keras motor bisa jadi lebih rakus bahan baker. Untungnya motor matik disini rata-rata cc nya masih kecil antara 115-125 cc. Kalau kapasitas motornya lebih besar, konsumsi bahan bakar lebih besar lagi, katanya. Saat gas ditarik keras, gerakan CVT otomatis juga lebih cepat, tingkat keausannya pun jadi lebih tinggi. Tapi ini tidak terlalu besar pengaruhnyakarena dari awal desainer motornya telah mengantisipasi dengan pemakaian material yang tahan gesek.
REM
Pengaruh dan bahaya terbesar justru muncul dari cara pengereman yang salah. Kalau motor manual bisa dibantu engine brake, pada motor matik bergantung sepenuhnya pada rem di tangan. Kalau masih baru, biasanya kagok, mestinya tangan sudah ngerem, malah cari-cari pijakan kaki. Akibatnya telat berhenti atau ngerem habis-habisan, papar Chris.
Kalau kecepatan motor tidak terlalu tinggi, rem belakang saja sudah cukup untuk menghentikan motor. Tetapi kalau motor tengah melaju kencang, perlu trik yang berbeda kalau mau berhenti dengan selamat. “Tarik rem dua-duanya, depan dan belakang secara bersamaan, tapi jangan keras-keras. Pelan-pelan saja agar ban belakang enggak ngebuang, saran Chris. Atau yang lebih enak pakai combi brake, jadi sekali tarik salah satu tuas rem maka kedua-duanya roda depan dan belakang otomatis langsung berhenti.
Stop and Go
Selain itu buang kebiasaan menarik gas dan rem pada saat bersamaan. Ini biasanya dilakukan pengendara yang terjebak kemacetan, agar bisa stop and go dengan cepat. Tak hanya memperpendek umur rem belakang, kebiasaan tersebut bisa juga mengancam rumah kopling dan roller CVT.
“Outer shift atau rumah kopling belakang jadi seperti terbakar dan slip. Kalau dibongkar bagian belakang rumah koplingnya berwarna kebiruan, ungkap Riswandi. Sementara kebiasaan main gas dan saat masih mengerem disebutnya bikin roller cepat peyang. Kemakan oleh gesekan tapi pada posisi yang enggak rata akibat akselerasi naik turun dengan cepat tadi. Ribet? Enggak juga, kuncinya gampang saja, selalu perlakukan matik dengan lembut.
Sumber:otomotif
Hal Penting Dalam Perawatan Honda Vario
1. Oli
Menggunakan Federal oil Flick atau oli mesin 4 tak dengan viskositas SAE 10W-30 JASO MB(API service SG, SH, SJ atau SL
Penggantian periodik :
- oli mesin setiap 4.000 km
- oli transmisi setiap 8.000 km
2. Cairan Radiator
Menggunakan cairan radiator (coolant) HGP PRE-MIX COOLANT Honda Motorcycle Genuine Coolant
Penggantian periodik setiap 8.000 km (1 tahun)
3. Minyak rem
Mengganti dan menambahkan minyak rem secara teratur dengan Honda Brake Fluid Dot-4
Penggantian periodik setiap 10.000 km
Dan juga periksa ketebalan kampas rem depan dan belakang secara periodik (tergantung pemakaian)
4.Oli Shock
Karena shock depan menggunakan teleskopik maka gantilah oli shock secara teratur dengan oli Shock SHOWA
Penggantian secara periodik 15.000 km (tergantung pemakaian)
5.Saringan Udara
Viscous Element (saringan udara yang tidak perlu dibersihkan)
Penggantian periodik setiap 16.000 km (sesuai kondisi jalan)
6. V-Belt
Pembersihan ruang V-Belt dan komponennya setiap 8.000 km (sesuai kondisi jalan)
Penggantian periodik setiap 24.000 km
7. Mesin
Putaran mesin stationer 1700 +/- 100 rpm, jarak renggang klep in 0,16 mm – ex 0,25 mm
Sumber: www.varioclub.com
Hemat Bensin, pakai air mineral
Kenaikan harga BBM bukan masalah bagi Ir. FX Agus Unggul Santoso. Dosen Fakultas Teknik Mesin Universitas Sanata Dharma, Jogja. itu sudah bisa menciptakan penghemat bensin yang mampu menekan pemakaian BBM sampai 30,67 %. Seakan lebih irit dari harga sebelum naik. Kan kalau dulu Premium perliternya Rp. 4.500, sekarang jadi Rp. 6.000 atau naik 33,33%.
Alat penghemat ini menggunakan media air hujan dan air mineral sebagai bahan utama. Namanya, Hydrogen Booster for Internal Combutions Engine (HB-ICE). Atau bisa diartikan alat peningkat daya dan efisiensi bahan bakar sepeda motor menggunakn Hydrogen Booster.
"Ini penghemar bensin sederhana dan murah. Bisa diterapkan di semua jenis motor, katanya. Untuk pembuatan alat ini tidak sulit dan tidak mahal. Hanya butuh tabung atau gelas plastik bertutup air hujan atau air mineral, soda kue, 2 elektroda dari bahan pipa stainless steel, slang serta sambungan. Juga kabel serta terminal positif dan negatif.
Dilihat dari segi pembuatan, tidaklah terlalu rumit. Bahan juga bisa diperoleh dengan mudah dan ada di sekitar kita. Untuk pembuatan tidak memakan biaya mahal. Dipastikan tidak akan menghabiskan Rp. 25.000.
Cara Kerja
Tabung atau gelas plastik bisa diisi air mineral atau air hujan sebanyak 250 cc. Kemudian masukkan soda kue atau pengembang roti yang nantinya akan berfungsi sebagai katalis. Terminal positif dihubungkan dengan kabel kontak yang juga tersambung ke positif aki. Dan kabel negatif disambung ke negatif aki.
Sedang selang yang terletak di ujung tabung disambungkan menuju moncong karburator. Sehingga bila kontak dinyalakan dan mesin menyala, akan terjadi proses elektrolisa. Dan akan terjadi proses pemisahan ion air (H2O). Air akan direduksi dan menghasilkan gas hydrogen (H2) yang akan keluar melalui slang di ujung tabung lalu dipompakan ke karburator.
Atau dengan reaksi 2H20(1) + 2e ->2OH(aq) + H2(g). Maka gas hydrogen yang masuk filter udara akan tercampur bensin yang keluar dari karbu. Adanya gas hydrogen akan meningkatkan pembakaran di ruang bakar atau dapat menaikkan torsi mesin, jelas pria yang penyuka off road ini.
Dari hasil uji coba laboratorium ataupun tes ride yang dilakukan sementara didapat daya mesin meningkat 3,6% dan torsi meningkat 2,5%. Pemakaian bahan bakar pada kecepatan 44 km/jam lebih irit 6,44%. Pada kecepatan 55 km/jam bahan bakar lebih irit 14,25% dan pada kecepatan 66 km/jam mencapai 14,9%.
Dan hasil uji coba yg dilakukan pak Agus, semalam dari kampus ke Candi Prambanan tembus di angka 11,46%. Jadi sementara wakt, alat ini bikin irit sebesar itu,
Alat yang pakai nama HB-ICE 1 ini, tidak terlalu besar. Hanya sebesar gelas biasa. Sehingga untuk pemasangan bisa digantungkan atau dimasukkan ke bagasi motor. "Tunggu saja HB-ICE 2 yang sedang kami kerjakan, akan kami targetkan pengiritan bahan bakar mencapai 60%, " tutup Agus.